LUCU-LUCU GIMANA GITU?

Ada sebuah pengalaman yang menarik. Ini kualami kemarin siang. Sebenarnya memalukan juga sih, tapi juga bisa bikin aku ketawa-tawa sendiri. Begini ceritanya:

Dikarenakan ada suatu keperluan, aku bermaksud untuk menemui seorang dosen, lebih tepatnya lagi kaprodiku. Aku cari di ruangannya, tapi pintu tertutup. Wah, seperti ending dramanya Jean Paul Sartre aja ya ,”Pintu Tertutup”. Akhirnya aku memutuskan umtuk mencari di ruang dosen. Perlu diketahui, kaprodiku ini masih muda lho, gaul lagi, dan sebentar lagi menikah. Wah, selamat ya, Pak.

Kita lanjut lagi ceritanya. Aku segera menuju pintu ruang dosen. Sayang, ada seorang mahasiswi yang sedang berkonsultasi dengan beliau. Akhirnya diriku menanti. Begitu mahasiswi tadi keluar, ceritanya kan aku mau gantian masuk nih. Tapi malang tak dapat ditolak. Beliau tengah menikmati bungkusan makan siang. Waduh….kacau nih. Aku mengurungkan niat untuk masuk. Ku tunggu dan ku tunggu…Wah, nampaknya beliau begitu menikmati dan menghayati makan siangnya. I am waiting for him so long…… tiap kuintip dari luar, eh, beliau masih bergulat dengan butiran-butiran nasi di bungkus itu.

Akhirnya, aku putuskan untuk masuk ke ruang dosen. Dengan harapan kami bisa ngobrol sambil makan. Ya…walau aku tau ini kelihatannya tidak sopan. Tapi apa boleh buat. Moga saja kaprodiku ini orangnya liberal.(seharusnya sih begitu, kan sudah bejalar tentang western juga, he..he..he..).

Aku masuk. Di dalam cuma ada dua orang, beliau dan seorang dosenku yang cantik dan cerdas. Dosenku memberi isyarat dan memintaku untuk menunggu keluar sampai kaprodi selesai makan. Wah, diusir secara halus nih..hehehe…Ya…akhirnya aku menunggu lagi di luar.

Ada beberapa yang kupikirkan dari kejadian ini. Aku duduk di depan ruang kaprodi. Kupandang pohon beringin di taman yang dulu menaungi kami, namun kini banyak diamputasi batang dan rantingnya. Ah….mengapa western dan eastern selalu berbenturan? Sebuah dualisme yang terus menghantui di segala bidang dan juga sepanjang kehidupan manusia. Sebuah dikotomi yang tidak adil juga menurutku, he..he..he..

Aku heran kenapa masih melekat kuat budaya-budaya seperti senioritas dan feodalisme? Memang ada pepatah, “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”. Oke, aku setuju dengan pepatah ini. Kalau nggak, ntar aku bisa dipatahkan, hihihi…Tapi….rasanya juga aneh. Kami ini kaum intelektual. (Maaf, bukan maksudnya kami merendahkan kaum awam ya). Kami (seharusnya) banyak belajar dan berwacana. Dengan begitu gitu bisa adil sejak dalam pikiran (ngutip kata-katanya mbah Pramoedya ki, he..he.). Ya…paling tidak, kita bisa sedikit terbuka lah pikirannya. Syukur-syukur jadi liberal.

Yang jadi masalah, kenapa di sini kita masih ada senioritas dan feodalisme. Ini tentunya bisa menghambat diri kita sendiri. Bahasa halusnya sebuah pembunuhan karakter berpikir dan berekspresi. Kita harus menghormati mereka yang lebih tua dan lebih tinggi jabatannya. Walau mungkin kita tidak setuju atau sepaham dengan mereka. Kenapa gitu loh?

Kenapa mereka suka banget untuk mempertahankan budaya- budaya ini tanpa pernah mengkritisinya. Bahkan mereka tidak mau tau alasan kita dan jalan pikiran kita. Padahal kita bisa aja memadukan western dan eastern dengan mengambil yang baik dan menguntungkan. Ahhh,…aku jadi seperti Imanuel Kant nih, seorang filsuf yang berusaha mencari jalan tengah atas dua pemikiran yang bertolak belakang, antara aliran empirisme dan rasionalisme.

Ya…. Hanya ada dua cara untuk merobohkan budaya–budaya itu. Pertama, hendaknya kita memulai dari diri kita masing-masing, kita ajarkan kepada generasi di bawah kita. Jadilah intelektual organik yang hidup dengan pikiran terbuka dan berwacana. Tidak statis gitu, loh… Kedua, tiada lain dan tiada bukan adalah REVOLUSI!!!!!

Jadi, teman-teman mau yang mana?

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.